Asia Tengah

Negara-negara tetangga yang berakhiran “stan” juga menyimpan banyak pesona yang tidak kalah menarik dengan Kazakhstan. Pernah membayangkan diri Anda menunggang kuda melintasi padang rumput Eurasia atau menawar karpet di pasar Uzbekistan ? Orang-orang “romantis” di jalur Sutera (Silk Road) ini dengan kegemaran mereka akan kebab harus menjadi sorotan utama Anda di Asia Tengah yang tak bisa dilewatkan.

Explorestan

Kazakh Tourism bersama dengan agency Kazakhstan yang bernama Action Media dan agency Kanada Media Gurus Inc. berusaha untuk mempromosikan Kazakhstan sebagai tujuan perjalanan yang menarik dengan menunjukkan keragamannya dari segi etnis, agama, budaya, bahasa, kuliner, alam, iklim, dan sejarah dan tempat suci.

“Hari ini, sebuah merek bukanlah slogan atau logo, itu adalah kumpulan gambar yang teragregasi yang berisi makna. Kita harus bertanya pada diri sendiri apa makna yang dimiliki kota – jika kota tertentu menghilang dari muka dunia, kerugian macam apa yang akan dialami dunia ?” – Demikian dikatakan oleh pendiri Tatyana Lyulka dari agency Lyulka PR pada acara branding di era globalisasi dan digitalisasi.

Merek pariwisata Kazakhstan akan memberi informasi kepada pemirsa lokal dan asing tentang peluang pariwisata, mendorong penemuan mereka dan berputar di sekitar empat E – eco, ethno, event, dan entertainment. Ini akan dicapai dengan penggunaan akhiran ‘-stan’ secara kreatif.

Catatan: seperti diketahui ada negara-negara yang juga berakhiran “stan” yang belakangan ini situasi dan kondisinya terkesan jauh dari aman untuk dikunjungi.

Samarkand, Uzbekistan

Salah satu kota yang merangkum daya tarik Silk Road adalah Samarkand. Kota yang erat kaitannya dengan tokoh dalam sejarah Turki-Mongol, Timur Lenk, ini bisa dikatakan sebagai sebuah tempat untuk mempelajari berbagai koleksi arsitektur Islam terbesar di dunia. Hasil karya arsitektur memikat yang memukau, kubah biru yang menjulang tinggi, ukurannya yang besar seperti sudah menjadi aturan tersendiri di sini, termasuk di tempat peristirahatan Timur Lenk sendiri, Gur Amir.

Bukhara, Uzbekistan

Dengan pemandangan cakrawala masjid, madrasah, dan menara masjidnya, Bukhara adalah kota perdagangan utama Asia Tengah. Kota tua dengan penataan mirip labirin ini adalah tempat terbaik untuk pengembaraan dan jangan lewatkan benteng dan bekas Menara Kalon setinggi 47m yang begitu mengesankan bagi Jenghis Khan hampir delapan abad yang lalu.

Khiva, Uzbekistan

Yang ketiga dari kota-kota besar karavan Uzbekistan membutuhkan perjalanan melintasi gurun yang panjang (lebih mudah dengan pesawat terbang atau naik kereta), tetapi layak untuk melakukan perjalanan mengembara ke kota kota ini yang berdinding khanate. Sebuah tamasya yang luar biasa ke gurun sekitarnya melihat reruntuhan lusinan benteng abad pertengahan yang penuh teka-teki.

Jalan Raya Pamir, Tajikistan

Penikmat jalan darat umumnya setuju bahwa Pamir Highway adalah salah satu perjalanan jalan gunung besar di dunia. Dari lembah-lembah pegunungan terpencil yang berbatasan dengan Afghanistan, jalan beraspal melewati Lembah Wakhan yang indah, Jalur Sutra utama, sebelum mendaki ke dataran tinggi Pamir yang tanpa pepohonan di dataran tinggi. Telusuri kembali rute penjelajah Marco Polo abad ke-19 ini pada siang hari, sebelum bermalam di tenda yurt Kirgistan yang terpencil.

Pegunungan Tian Shan, Kirgistan

Sepotong Swiss secara ajaib ditransplantasikan ke Asia Tengah, Tian Shan adalah base camp de facto untuk kiegiatan trekking yang sangat mengesankan di Asia Tengah. Anda akan dibawa melakukan perjalanan beberapa hari ke atas (gunung), lembah berhutan ke danau pegunungan pirus dan padang rumput Alpen yang dihiasi bunga-bunga liar.